Sabtu, 23 Maret 2013
senja galau
mau cerita nih.....
suatu ketika ada seorang cowok yang pacaran sama anak kelas 3 smp, yang katanya mau ujian nasional tanggal 22 april 2013 sampe selesai. banyak rintangan yang udah dilalui mereka ya, si cowok ini udah memulai pacaran sama cewek ini sejak hampir 2 tahun yang lalu. ya, pada tanggal 26 maret 2011 mereka jadian. dan tanggal berapa sekarang ??
si cowok ini belum memiliki permasalahan hubungan sama cewek ini sama sekali selama hampir 2 tahun ini. sejak mereka pertama kali jadian, ya, si cowok udah bener-bener sayang sama cewek ini. waktu itu, si cowok yang bernama Ara ini masih kelas 3 smp. ya, jadwal yang padat bagi seorang mantan anak alay, menuju kedewasaan. ujian praktek, ujian sekolah, ujian nasional, ditambah lagi dengan serentetan tugas serta pencarian sekolah menengah atas yang selalu mendebarkan baginya. ara itu cuek, tapi dia peduli sama pacarnya, risca. semuanya berjalan baik kok, but who knows ? ketika risca udah mengenal dunianya yang baru, mereka menyebutnya dengan perbasketan, sepertinya ara mulai terusik. sebenarnya basketball is a simple thing. ara juga pernah jatuh cinta sama olahraga beregu ini, tapi itu dulu, tidak segila risca, entah kenapa. hal simpel ini membuat ara selalu tidak nyaman bersama risca, kalau dia mulai bercerita tentang bola basket. bukanya tidak paham, tapi ara hanya tidak menyukainya. mulai dari teman-temannya, ingin sepatu basket tapi alasanya gak punya uang, tali sepatu, dan hal yang paling menyebalkan yaitu saat risca bercerita tentang pelatih basketnya yang pedofil itu. ara nggak pernah habis pikir, apa sih yang bisa dibanggain dari pelatih itu, uang ? jabatan ? apa jangan-jangan pelatih pedofil itu naksir sama risca ?? entahlah, hipotesis yang terakhir ini selalu membuat ara sering kali curhat sama Tuhan.
hari demi hari mereka lalui. satu tahun penuh lika-liku mereka jalani. titik kejenuhan menghampiri ara. tapi ara sudah terlanjur menyayanginya. ara terus berjuang, pantang menyerah.
ara kelas x dan risca kelas viii. di tahun ini, sebenarnya adalah titik puncak kemuakan ara terhadap tingkah polah risca. basket tiada henti, "tapi mana sih prestasinya ?" umpatnya dalam hati. ara merasa sia-sia saja risca berlatih basket selama ini. buat apa sih latihan kalau nggak ada hasilnya ? "percuma !" umpatnya lagi dalam hati.
*tobecontinued
COMEBACK
yak sekian lama nggak ngeblog, aku mau balik lagi ke sini ah hehe.
mungkin beberapa abad yang lalu aku sering ngepos2, tapi akhir-akhir ini nggak pernah. ya, emang saya bukanlah orang yang konsisten, menulis itu cuman kalau lagi butuh aja sih. tapi hari ini lagi butuh banget nulis guys.
Langganan:
Komentar (Atom)